PEMBENTUKAN DISAKARIDA DAN POLISAKARIDA
PEMBENTUKAN DISAKARIDA DAN
POLISAKARIDA
DISAKARIDA
1.1 Pengertian Disakarida
Disakarida atau biosa
merupakan senyawa karbohidrat yang terbentuk ketika dua monosakarida mengalami reaksi kondensasi yang melibatkan
terlepasnya suatu molekul kecil, seperti air,
dari bagian gugus fungsi saja. Seperti monosakarida, disakarida membentuk
larutan dalam air. Tiga senyawa disakarida paling umum adalah sukrosa, laktosa,] dan maltosa.
Salah satu contoh reaksi pembentukan disakarida adalah
sebagai berikut :
C6H12O6 + C6H12O6
C12H22O12
+ H2O
(monosakarida)
(disakarida)
Dalam reaksi tersebut di atas terjadi pelepasan air.
Beberapa jenis disakarida yang penting adalah laktosa, sukrosa, dan maltosa.
"Disakarida" adalah
satu dari empat kelompok kimia karbohidrat, yang meliputi:
- monosakarida,
- disakarida,
- oligosakarida, dan
- polisakarida.
Disakarida adalah karbohidrat yang tersusun dari 2 molekul monosakarida,
yang dihubungkan oleh ikatan glikosida. Ikatan glikosida terbentuk antara atom
C 1 suatu monosakarida dengan atom O dari OH monosakarida lain. Hidrolisis 1
mol disakarida akan menghasilkan 2 mol monosakarida. Berikut ini beberapa
disakarida yang banyak terdapat di alam.
Disakarida dibentuk oleh kombinasi kimia dari dua molekul monosakarida
dengan pembebasan satu molekul air. Bentuk disakarida yang umum adalah sukrosa,
maltosa, laktosa dan selobiosa. Sukrosa merupakan gabungan dari glukosa dan
fruktosa dengan ikatan α (1-5) yang dikenal sebagai gula dalam kehidupan
sehari-hari. Sukrosa umumnya terdapat dalam gula tebu, gula bit serta gula
mapel. Maltosa merupakan gabungan glukosa dan glukosa dengan ikatan α (1-4).
Maltosa terbentuk dari proses hidrolisa pati. Laktosa (gula susu) terbentuk
dari gabungan galaktosa dan glukosa dengan ikatan β (1-4). Selubiosa merupaka gabungan
dari glukosa dan glukosa dengan ikatan β (1-4). Selubiosa adalah sakarida yang
terbentuk dari sesulosa sebagai hasil kerja enzim selulose yang berasal dari
mikroorganisme.
·
Disakarida reduktor (reducing disaccharides), di
mana satu monosakarida, gula reduktor, masih mempunyai satu gugus hemiasetal bebas. Contoh: selobiosa dan maltosa.
·
Disakarida non-reduktor, di mana komponen-komponennya
terikat melalui suatu ikatan asetal antara pusat-pusat anomeriknya dan tidak
ada monosakarida yang mempunyai gugus hemiasetal bebas. Contoh: sukrosa dan trehalosa.
Disakarida terbentuk ketika dua monosakarida bergabung dan satu molekul air dilepaskan, suatu proses yang dikenal
sebagai reaksi dehidrasi. Misalnya, gula susu (milk sugar), laktosa, terbentuk dari glukosa dan galaktosa, sedangkan gula tebu (sugar cane) dan gula bit (sugar beet),
sukrosa, terbentuk dari glukosa dan fructose. Maltosa, suatu disakarida terkenal yang lain, terbentuk dari dua molekul glukosa.
Dua monosakarida itu terikat melalui suatu reaksi dehidrasi, juga disebut reaksi kondensasi atau sintesis dehidrasi (dehydration synthesis), yang menghasilkan
terlepasnya suatu molekul air dan pembentukan ikatan
glikosidik.
Ikatan glikosidik dapat terbentuk antara suatu gugus
hidroksil manapun pada komponen monosakarida. Jadi, meskipun kedua komponen gula sama (misalnya, glukosa), dapat terjadi
kombinasi ikatan yang beragam baik secara lokasi (regiochemistry) dan ruang (stereokimia, seperti alfa-
atau beta-) sehingga dihasilkan disakarida yang merupakan diastereoisomer dengan sifat-sifat kimia dan fisika yang berbeda.
Tergantung dari komponen monosakarida pembentuknya, disakarida
kadangkala berbentuk kristal, kadangkala larut dalam air, kadangkala berasa
manis dan terasa lengket.
Beberapa Contoh Disakarida Umum:
·
Sukrosa – Glukosa + Fruktosa
·
Laktulosa – Galaktosa + Fruktosa
·
Laktosa – Galaktosa + Glukosa
·
Maltosa – Glukosa + Glukosa
·
Cellobiosa – Glukosa + Glukosa
A. Laktosa
Laktosa adalah jenis disakarida yang
merupakan gabungan dari dua unit monosakrida yang berbeda yaitu merupakan
karbohidrat dari susu mamalia yang terdiri dari D-galaktosa dan D-glukosa
(gambar 2). Dalam disakarida ini, ikatan glikosidik antara C-1 anomerik dari
β-D-galaktosa dan C-4 non-anomerik dari D-glukosa merupakan β-(1,4).
Sintesis laktosa oleh laktosa
sintetase, suatu dimer heterogenosa, merupakan contoh baru dari modifikasi
spesifisitas katalitik oleh pembentukan dimer, (suatu bentuk perubahan
alosterik konformasional). Salah satu dari dua protomer merupakan suatu enzim
(galaktosil transferase) yang terdapat secara luas dalam jaringan hewan,
termasuk grandula mammae selama kehamilan dan menghasilkan katalis reaksi
berikut:
UDP-galaktosa + N-asetilglukosamin
N-asetilaktosamin + UDP
UDP merupakan uridin difospat, yang
bertindak sebagai suatu karier molecular dari karbohidrat pada reaksi enzimatik
tertentu. Untuk produksi susu, protomer kedua dari laktosa
sintetase,laktalbumin-α, disintesis secara spesifik dalam jaringan mammae, dan
interaksi protein ini dengan galaktsil transferase mengubah spesifisitas
substrat sehingga enzim dimerik mengkatalisis sintesis dari laktosa dengan
adanya glukosa:
UDP-galatosa + glukosa
laktosa
+ UDP
Laktalbumin- α hanya terjadi dalam
jaringan mammae, dengan demikian, laktosa adalah unik untuk susu mamalia.
Laktosa bersifat reduksi dengan struktur cincin. Laktosa banyak ditemukan dalam
susu yaitu sekitar 40 persennya sehingga laktosa sering disebut dengan gula
susu. Laktosa dapat difermentasi oleh bakteri streptococcus laktis menjadi
asam laktat. Selain itu juga jika lakatosa ini dipanaskan sampai suhu 175 oC
akan berbentuk laktokaramel.
Sukrosa adalah disakarida yang
dibentuk dari unit monosakarida yang berbeda yaitu antara satu molekul glukosa
dan satu molekul fruktosa. Antara kedua unitmonosakarida tersebut diikat dengan
ikatan α-1, β-2 glikosida. Sukrosa tidak mempunyai sifat reduksi karena sukrosa
dibentuk dari gugus reduksi masing-masing unit monosakrida penyusunnya. Sukrosa
banyak ditemukan dalam tanaman. Sumber yang kaya sukrosa adalah tebu, bit, dan
wortel. Hasil samping pengekstrasi sukrosa baik dari tebu ataupun bit adalah
molase. Molase ini berwarna gelap, cairannya pekat (20 - 30 persen), dan dengan
proses kristalisasi tidak dapat diubah lebih lanjut menjadi sukrosa karena
adanya gula reduksi dan kotoran non gula.
Sukrosa (gula meja) terdapat dalam
tumbuh-tumbuhan, dimana mereka disintesis dari D-glukosa dan D-fruktosa (gambar
3). Suatu ikatan glikosidik anatara C-1 anomerik dari α-D-glukosa dan C-2
anomerik dari β-D- fruktosa menghubungkan kedua monosakarida melalui suatu
jembatan oksigen, menghasilkan suatu ikatan α-(1,2).
Maltosa adalah disakarida yang dibentuk
dari dua unit monosakrida yang sama yaitu glukosa. Antar unit glukosa tersebut
diikat dengan ikatan α-1,4 glikosida.
Maltosa adalah gula reduksi dan
larut dalam air. Maltosa jarang ditemukan dalam bentuk bebas di alam. Maltosa
hanya ditemukan dari hasil degradasi pati oleh enzim atau hasil proses
pengekstrasi sukrosa. Pada proses pembentukan ber dari kecambah barley (sejenis
biji-bijian), terjadi proses degradasi pati menjadi maltosa oleh enzim amilase.
Maltosa (gambar 4) dan selobiosa (gambar
5) merupakan dua disakarida yang tidak terdapat secara alamiah tetapi secara
komersial masing-masing merupakan produk degradasi dari zat tepung dan
selulosa. Kedua sakarida memiliki dua residu D-glukosil yang dihubungkan oleh
suatu ikatan 1,4 glukosidik, perbedaan structural tunggal antara dua
disakarida adalah pada ikatan dalam maltose adalah α-(1,4) dan dalam selobiosa
adalah β-(1,4). Perbedaan yang tampaknya kecil ini bertindak sebagai suatu
ilustrasi terkait mengenai derajat spesifikasi tinggi yang sering ditemukan
dalam system biologi. Polimer D-glukosa dalam ikatan α-(1,4) bertindak sebagai
suplai energy yang tersedia dengan mudah untuk tumbuh-tumbuhan dan hewan,
sementara polimer analog dalam ikatan β-(1,4) merupakan komponen structural dan
tidak didegradasi oleh sebagian besar system kehidupan, yang tidak memiliki
kemampuan enzimatik untuk menghidrolisis ikatan β-(1,4) glikosidik. Ruminansia
(pemamah biak), contohnya sapi, menggunakan selulosa sebagai sumber makanan
hanya karena bacteria dalam lambungnya dapat mencerna polisakarida. Bahkan
rayap mengandalkan pada mikroflora dalam ususnya untuk mendegradasi kayu. Jika
bukan untuk kemampuan dari bakteri tertentu dan jamur untuk menghidrolisis
ikatan β-(1,4) yang ditemukan dalam polisakarida tumbuh-tumbuhan yang mati akan
menimbulkan masalah ekologi yang serius.

POLISAKARIDA
A. Definisi
polisakarida
Polisakarida adalah hasil kondensasi dari > 10 unit monosakarida,
contohnya pati dan dekstrin. Polisakarida juga digolongkan menjadi heksosa dan
pentosa, tegantung pada jenis monosakarida yang dihasilkan ketika hidrolisis.
Polisakarida adalah senyawa karbohidrat kompleks. Bila
dihidrolisis, polisakarida akan menghasilkan banyak unit monosakarida.
Polisakarida terdiri atas dua jenis yaitu homopolisakarida (mengandung hanya
satu jenis unit monomer) dan heteropolisakarida (mengandung dua atau lebih
jenis unit monosakarida yang berbeda). Polisakarida biasanya tidak berasa,
tidak larut dalam air, dan memiliki berat molekul yang tinggi. Contoh
homopolisakarida adalah pati yang hanya mengandung unit-unit D-glukosa,
sedangkan asam hialuronat pada jaringan pengikat mengandung residu dari dua
jenis unit gula secara berganti-ganti merupakan contoh dari heteropolisakarida.
Polisakarida
adalah polimer dengan beberapa ratus hingga ribu monosakarida yang dihubungkan
dengan ikatan glikosidik. Polisakarida dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
polisakarida simpanan dan polisakarida struktural. Polisakarida simpanan
berfungsi sebagai materi cadangan yang ketika dibutuhkan akan dihidrolisis
untuk memenuhi permintaan gula bagi sel. Sedangkan polisakarida struktural
berfungsi sebagai materi penyusun dari suatu sel atau keseluruhan organisme.
Arsitektur dan fungsi suatu polisakarida ditentukan oleh jumlah monomer gula
dan posisi ikatan glikosidiknya.

B. Fungsi Polisakarida
Beberapa polisakarida berfungsi sebagai bentuk
penyimpan bagi monosakarida dan yang lainnya berfungsi sebagai unsur struktural
di dalam dinding sel dan jaringan pengikat. Glikogen dan pati merupakan
polisakarida simpanan yang terdapat pada tumbuhan dan manusia sedangkan selulosa
merupakan polisakarida strukural yang berfungsi sebagai tulang semu bagi
tumbuhan. Pati dan glikogen dihidrolisa di dalam saluran pencernaan oleh
amilase, sedangkan selulosa tidak dapat dicerna. Namun, selulosa mempunyai
peran penting bagi manusia karena merupakan sumber serat dalam makanan manusia.
Polisakarida juga merupakan polimer monosakarida,
mengandung banyak satuan monosakarida yang dihubungkan oleh ikatan glikosida.
Hidrolisis lengkap dari polisakarida akan menghasilkan monosakarida. Glikogen dan
amilum merupakan polimer glukosa. Berikut beberapa polisakarida terpenting.
C.
Jenis-Jenis Polisakarida
Polisakarida dibedakan
menjadi dua jenis, yaitu polisakarida simpanan dan polisakarida struktural.Berikut ini adalah uraian tentang
polisakarida simpanan dan polisakarida struktural.
1. Polisakarida Simpanan
a. Pati
Pati adalah polisakarida
simpanan dalam tumbuhan. Monomer-monomer glukosa
penyusunnya dihubungkan dengan ikatan α 1-4. Bentuk pati yang
paling sederhana adalah amilosa, yang hanya memiliki rantai lurus. Sedangkan bentuk
pati yang lebih kompleks adalah amilopektin
yang merupakan polimer bercabang dengan ikatan α 1-6 pada titik percabangan.
b.
Glikogen
Glikogen
adalah polisakarida simpanan dalam tubuh hewan.Struktur glikogen
mirip dengan amilopektin, namun memiliki lebih banyak percabangan. Manusia
dan vertebrata
lainnya menyimpan glikogen pada sel hati
dan sel otot.
Glikogen dalam sel akan dihidrolisis bila terjadi peningkatan permintaan gula
dalam tubuh. Hanya saja, energi
yang dihasilkan tidak seberapa sehingga tidak dapat diandalkan sebagai sumber
energi dalam jangka lama.
c.
Dekstran
Dekstran adalah polisakarida pada bakteri
dan khamir
yang terdiri atas poli-D-hlukosa rantai α 1-6, yang memiliki cabang α 1-3 dan beberapa memiliki cabnga α 1-2 atau α 1-4. Plak di permukaan gigi yang disebabkan oleh
bakteri diketahui kayak akan dekstran. Dekstran juga telah diproduksi secara kimia menghasilkan
dekstran sintetis.
2.
Polisakarida Struktural
a.
Selulosa
Selulosa
adalah komponen utama penyusun dinding sel tumbuhan. Selulosa adalah senyawa paling berlimpah di bumi,
yaitu diproduksi hampir 100 miliar
ton per tahun.Ikatan glikosidik selulosa berbeda dengan pati yaitu monomer
selulosa seluruhnya terdapat dalam konfigurasi beta.

b.
Kitin
Kitin adalah karbohidrat
penyusun eksoskeletonartropoda
(serangga,
laba-laba,
krustase). Kitin terdiri atas monomer
glukosa dengan cabang yang mengandung nitrogen. Kitin murni menyerupai kulit,
namun akan mengeras ketika dilapisi dengan kalsium karbonat. Kitin juga
ditemukan pada dinding sel cendawan. Kitin telah digunakan untuk membuat benang operasi
yang kuat dan fleksibel dan akan terurai setelah luka atau sayatan sembuh.
C.
Polisakarida Terpenting dalam Ilmu Gizi
Polisakarida
merupakan polimer monosakarida, mengandung banyak satuan monosakarida yang dihubungkan
oleh ikatan glikosida. Hidrolisis lengkap dari polisakarida akan menghasilkan
monosakarida. Glikogen dan amilum merupakan polimer glukosa. Berikut beberapa
polisakarida terpenting:
1.
Selulosa
Selulosa merupakan
polisakarida yang banyak dijumpai dalam dinding sel pelindung seperti batang,
dahan, daun dari tumbuh-tumbuhan.Selulosa merupakan polimer yang berantai
panjang dan tidak bercabang. Suatu molekul tunggal selulosa merupakan polimer
rantai lurus dari 1,4’-β-D-glukosa. Hidrolisis selulosa dalam HCl 4% dalam air
menghasilkan D-glukosa.
Dalam sistem
pencernaan manusia terdapat enzim yang dapat memecahkan ikatan α-glikosida,
tetapi tidak terdapat enzim untuk memecahkan ikatan β-glikosida yang terdapat
dalam selulosa sehingga manusia tidak dapat mencerna selulosa. Dalam sistem
pencernaan hewan herbivora terdapat beberapa bakteri yang memiliki enzim
β-glikosida sehingga hewan jenis ini dapat menghidrolisis selulosa. Contoh
hewan yang memiliki bakteri tersebut adalah rayap, sehingga dapat menjadikan
kayu sebagai makanan utamanya. Selulosa sering digunakan dalam pembuatan
plastik. Selulosa nitrat digunakan sebagai bahan peledak, campurannya dengan
kamper menghasilkan lapisan film (seluloid).
2. Pati / Amilum
Pati terbentuk
lebih dari 500 molekul monosakarida. Merupakan polimer dari glukosa. Pati
terdapat dalam umbi-umbian sebagai cadangan makanan pada tumbuhan. Jika
dilarutkan dalam air panas, pati dapat dipisahkan menjadi dua fraksi utama,
yaitu amilosa dan amilopektin. Perbedaan terletak pada bentuk rantai dan jumlah
monomernya.
Amilosa adalah
polimer linier dari α-D-glukosa yang dihubungkan dengan ikatan 1,4-α. Dalam
satu molekul amilosa terdapat 250 satuan glukosa atau lebih. Amilosa membentuk
senyawa kompleks berwarna biru dengan iodium.Warna ini merupakan uji untuk
mengidentifikasi adanya pati.
Molekul
amilopektin lebih besar dari amilosa. Strukturnya bercabang. Rantai utama
mengandung α-D-glukosa yang dihubungkan oleh ikatan 1,4'-α. Tiap molekul
glukosa pada titik percabangan dihubungkan oleh ikatan 1,6'-α.
Hidrolisis
lengkap pati akan menghasilkan D-glukosa. Hidrolisis dengan enzim tertentu akan
menghasilkan dextrin dan maltosa.
3.
Glikogen
Glikogen merupakan
polimer glukosa dengan ikatan α (1-6). Polisakarida ini merupakan cadangan
energi pada hewan dan manusia yang disimpan di hati dan otot sebagai granula.
Glikogen serupa dengan amilopektin.

PERMASALAHAN :
1.) Apakah Peran Disakarida dalam Kesehatan Manusia?
2.) Apa sajakah fungsi dari polisakarida selain yang saya
uraikan diatas?
3.) Jelaskan secara singkat menurut Anda apakah yang dimaksud
dengan selulosa? Serta biasanya terkandung pada apakah selulosa tersebut?
4.) Hidrolisis dari
laktosa dengan bantuan enzim galaktase yang dihasilkan dari pencernaan, akan
memberikan jumlah ekivalen yang sama dari α-D-glukosa dan β-D-galaktosa. Bagaimana
efeknya pada bayi jika enzim tersebut kurang atau terganggu?
Baiklah saudari imel saya akan menjawab permasalahan nomor 1
BalasHapusTerlalu banyak disakarida menyebabkan lonjakan gula darah dan menyebabkan penyakit yang disebut “Diabetes”. Namun, beberapa jenis disakarida yang digunakan karena mereka menyebabkan lonjakan gula darah lebih sedikit dan lebih disukai oleh pasien ‘diabetes tipe 2 ‘ . mis, Maltosa. Sementara molekul glukosa masih ada, mereka cenderung menciptakan lonjakan kurang dari kadar gula darah dan diserap ke dalam tubuh lebih mudah daripada gula meja biasa. Tapi, terlalu banyak dari disakarida yang lebih aman ini dapat menyebabkan diare.
Saya akan menjawab permasalahan yang ke-2
BalasHapusJadi beberapa polisakarida berfungsi sebagai materi simpanan atau cadangan yang nantinya diperlukan sebagai dihidrolisis untuk menyediakan gula bagi sel. Polisakarida lain berfungsi sebagai materi penyusun untuk struktur yang melindungi sel atau keseluruhan organisme
Baiklah saya akan menjawab permasalahan ke-3 yakni mengenai selulosa. Pada dasarnya selulosa adalah karbohidrat yang berdasarkan jumlah unit gula dalam rantai karbonnya termasuk dalam polisakarida, selain itu Selulosa tersusun atas rantai glukosa dengan ikatan β (1-4). Selulosa lazim disebut sebagai serat dan merupakan polisakarida terbanyak. Pada dasarnya selulosa merupakan Homopolisakarida linear tidak bercabang, terdiri dari 10.000 atau lebih unit D-Glukosa yang dihubungkan oleh ikatan β (1-4) glikosida. Solulosa mengandung serat yang dapat dijadikan sebagai cadangan energi dan untuk konsumsi bagi seseorang yang ingin melakukan diet. Sekian terima kasih :)
BalasHapus