Mekanisme Reaksi Adisi Elektrofilik Pada Senyawa Organik Tidak Jenuh
Mekanisme Reaksi Adisi Elektrofilik Pada
Senyawa Organik Tidak Jenuh
PENGERTIAN
REAKSI ADISI
Reaktivitas :
HI > HBr > HCl >> HF (asam lebih kuat =elektrofil baik )
Reaksi
adisi adalah reaksi pemutusan ikatan
rangkap (pengubahan ikatan rangkap menjadi ikatan
kovalen tunggal). Reaksi adisi antara lain dapat digunakan untuk membedakan alkana dengan alkena.
Reaksi pengenalan ini dilakukan dengan menambahkan bromin (Br2) yang
berwarna merah cokelat. Terjadinya reaksi adisi ditandai dengan hilangnya warna
merah cokelat dari bromin. Karena alkana tidak memiliki ikatan rangkap (tidak
mengalami reaksi adisi) warna merah dari bromin tidak berubah.
Adisi artinya penambahan atau penangkapan. Dalam
reaksi adisi, suatu zat ditambahkan ke dalam senyawa C yang mempunyai ikatan
rangkap, sehingga ikatan rangkap itu berubah menjadi ikatan tunggal. Reaksi
adisi dibedakan atas (1.) reaksi adisi elektrofilik dan (2.) reaksi adisi
nukleofilik.
REAKSI
ADISI
Reaksi adisi terjadi
pada senyawa tak jenuh. Molekul tak jenuh dapat menerima tambahan atom atau
gugus dari suatu pereaksi. Dua contoh pereaksi yang mengadisi pada ikatan
rangkap adalah brom dan hidrogen. Adisi brom biasanya merupakan reaksi cepat,
dan sering dipakai sebagai uji kualitatif untuk mengidentifikasi ikatan rangkap
dua atau rangkap tiga. Reaksi adisi secara umum dapat digambarkan sebagai
berikut :
JENIS
REAKSI ADISI
11. Adisi elektrofilik
Tahap reaksi adisi elektrofilik
adalah :
-Tahap 1: serangan terhadap
elektrofil E+ yang terjadi secara lambat,
- Tahap 2 : serangan nukleofil terhadap
karbonium,
Sebagai contoh apabila etena bereaksi dengan HBr , mekanisme
reaksi
mengikuti langkah sebagai berikut :
12.
Adisi nukleofilik
Tahap reaksi adisi nukleofilik adalah :
Adisi nukleofilik ini khusus
untuk HX terhadap senyawa C = C – Z, dimana Z adalah CHO, COR, COOR, CN, NO2,
SO2R, gugus ini mendominasi delokalisasi elektron pada senyawa
intermediet.
Contoh : Bagaimana mekanisme
reaksi : CH2=CH-CH=O + Nu- + HZ?
Dari resonan 1:
Dari resonan 2 :
ADISI
ELEKTROFILIK HIDROGEN BROMIDA
Kebalikan
dari reaksi eliminasi adalah reaksi adisi. Pada reaksi adisi, ikatan rangkap
dua atau rangkap tiga diubah menjadi ikatan rangkap tunggal. Mirip dengan
reaksi substitusi, ada beberapa tipe dari adisi yang dibedakan dari partikel
yang mengadisi. Contohnya, pada adisi elektrofilik hidrogen bromida,
sebuah elektrofil (proton) akan mengganti ikatan rangkap ganda dan
membentuk karbokation, lalu kemudian bereaksi dengan nukleofil (bromin).
Karbokation dapat terbentuk di salah satu ikatan rangkap tergantung dari gugus
yang melekat di akhir. Konfigurasi yang lebih tepat dapat diprediksikan
dengan aturan Markovnikov.
. Aturan Markovnikov mengatakan : "Pada adisi heterolitik dari sebuah
molekul polar pada alkena atau alkuna, atom yang mempunyai keelektronegatifan
yang besar, maka akan terikat pada atom karbon yang mengikat atom hidrogen yang
lebih sedikit."
- Aturan Markovnikov
Dalam kimia organik, berkaitan
dengan reaksi adisi pada alkena asimetris (tidak simetris). Alkena asimetris
adalah alkena seperti propena dimana gugus-gugus atau atom-atom yang terikat
pada kedua ujung ikatan rangkap C=C tidak sama. Sebagai contoh, pada propena
terdapat satu atom hidrogen dan sebuah gugus metil pada salah satu ujung,
tetapi terdapat dua atom hidrogen pada ujung yang lain dari ikatan rangkap.
Jika sebuah alkena tak simetris
diadisi HX, akan diperoleh dua kemungkinan, dan biasanya satu produk lebih
melimpah dari produk yang lain. Dalam adisi HX pada alkena asimetris, H+ dari
HX menuju ke atom C ikatan rangkap yang telah lebih banyak mengikat atom H.
Aturan Markovnikov menyatakan bahwa
dengan penambahan asam protik HX pada alkena, menyebabkan hidrogen asam (H)
terikat pada atom karbon dengan substituen alkil yang lebih sediki, dan halida
(X terikat pada atom karbon dengan substituen alkil lebih banyak). Atau, aturan
tersebut dapat dinyatakan dengan hidrogen asam ditambahkan ke atom karbon yang
memiliki jumlah atom hidrogen lebih banyak (kaya atom hidrogen) sedangkan
halida (X) ditambahkan ke atom karbon dengan yang jumlah atom hidrogennya
sedikit (miskin atom hidrogen).
Dasar
kimia dari Kaidah Markovnikov adalah pembentukan karbokation yang paling stabil
selama proses adisi. Adisi ion hidrogen untuk satu atom karbon pada alkena
menghasilkan muatan positif pada atom karbon lainnya, sehingga terbentuk
karbokation intermediet.
Atom
H dari HX akan terikat pada atom C yang berikatan rangkap yang mengikat H lebih
banyak atau atom H dari HX akan terikat pada atom C yang berikatan rangkap yang
mengikat gugus alkil yang lebih sederhana. Atom X akan cenderung terikat pada
atom karbon yang mengikat gugus alkil yang lebih panjang (kecuali bila ada
pengaruh gugus lain yang berpengaruh terhadap muatan atom C pada ikatan
rangkap).
- Penalaran Markovnikov
Markovnikov merumuskan aturan berdasar pengamatan
eksperimen, Adisi HX pada alkena dirujuk sebagai reaksi regioselektif (Latin:
regio berarti arah), suatu reaksi dimana satu arah adisi pada alkena tak
simetris lebih melimpah dari dari yang lain. Selektifan ini menghasilkan
karbokation antara yang lebih stabil dari antara dua yang mungkin.
MEKANISME REAKSI ADISI ELEKTROFILIK
Pada senyawa alkena terdapat elektron π yang letaknya lebih jauh dari inti dibanding elektron
pada ikatan σ, sehingga lebih mudah diserang oleh
suatu elektrofil. Elektron pi adalah suatu nukleofil lemah.
Mekanisme reaksi adisi dari air terhadap etilen, suatu
alkena sederhana.
Contoh
mekanisme reaksi adisi, sebagai berikut :

Urutan kestabilan
karbokation ialah tersier > sekunder > primer. Untuk propena,
kedua posisi adisi H+ akan
menghasilkan :
1)Karbokation primer; tak stabil, berenergi tinggi;
2)Karbokation sekunder, lebih stabil, bernergi lebih rendah.
Keadaan-keadaan
transisi menuju ke zat-antara (intermediet) ini mempunyai karakter karbokation.
Oleh karena itu karbokation sekunder memiliki keadaan–transisi yang berenergi
lebih-rendah dan dengan laju pembentukan yang lebih cepat. Karbokation
akan menjadi stabil jika ada subtituen disekitarnya dapat menyumbangkan
elektron, karena adanya efek induksi dan Hiperkonjugasi.
Pada tahap
pembentukan karbokation juga dapat terjadi reaksi penataan ulang untuk
menghasilkan karbokation yang lebih stabil. Reaksi pembentukan karbokation
berlangsung lambat dan menjadi tahap penentu laju reaksi. Produk utama dari
reaksi adisi dibentuk dari salah satu intermediet yang lebih stabil.
PERMASALAHAN:
1. Mengapa reaksi adisi
terjadi hanya pada senyawa tak jenuh ? Apakah bisa juga terjadi pada senyawa
jenuh ?
2. Mengapa senyawa benzena
sukar/tidak dapat untuk diadisi? jelaskan !
3. Berdasarkan data di atas bagaiamana reaksi HBr
dalam adisi anti markovnikov ?
Baiklah saudari imelda, saya akan mencoba menjawab permasalahan anda yang kedua yaitu Mengapa senyawa benzena sukar/tidak dapat untuk diadisi? jelaskan !
BalasHapusBerdasaran literatur yang saya baca.
Benzena merupakan senyawa tak jenuh (memiliki ikatan rangkap) yang lebih mudah mengalami reaksi substitusi daripada reaksi adisi.
Hal ini terjadi karena adanya resonansi yang menyebabkan elektron pada senyawa benzena selalu berpindah-pindah.
Ikatan rangkap merupakan kumpulan elektron. Jika suatu pereaksi, seperti bromin atau asam halida direaksikan dengan benzena, kumpulan elektron pada ikatan rangkap benzena akan terdelokalisasi ke ikatan tunggal sehingga ikatan tunggal tersebut berubah menjadi ikatan rangkap. Hal ini berlangsung terus-menerus sehingga menyulitkan terjadinya reaksi adisi.Benzena termasuk senyawa aromatik dan memiliki rumus molekul C6H6.
Rumus molekul benzena memperlihatkan sifat ketakjenuhan dengan adanya ikatan rangkap. Tetapi ketika dilakukan uji bromin benzena tidak memperlihatkan sifat ketakjenuhan karena benzena tidak melunturkan warna dari air bromin.
Rumus molekul benzene memperlihatkan ketidakjenuhan ketika dilakukan uji bromin, karena benzena tidak melunturkan warna dari air bromine. Artinya benzena tidak dapat diadisi oleh bromine, karena ikatannya yang stabil. Kestabilan cincin benzen disebabkan karena adanya resonansi. Oleh karena itulah benzena sukar/tidak dapat untuk diadisi.
baikah saudari imelda saya akan mencoba menjawab permasalahan anda nomer pertama : Mengapa reaksi adisi terjadi hanya pada senyawa tak jenuh ? Apakah bisa juga terjadi pada senyawa jenuh ?
BalasHapussenyawa karbon yang mempunyai ikatan rangkap menerima atom atau gugus atom lain sehingga ikatan rangkap berubah menjadi tunggal. ikatan rangkap merupakan ikatan tak jenuh, sedangkan ikatan tunggal merupakan ikatan jenuh. Jadi, reaksi adisi terjadi dari ikatan tak jenuh menjadi ikatan jenuh . karena reaksi adisi terjadi pada senyawa tak jenuh. molekul tak jenuh dapat menerima tambahan atau gugus dari suatu pereaksi. dua contoh pereaksi yang merupakan reaksi cepat, dan sering dipakai sebagai uji kualitatif untuk mengidentifikasi ikatan rangkap dua atau tiga rangkap.
Baiklah saudari imelda , saya akan mencoba menjawab permasalahan anda yang ketiga yaitu bagaimana reaksi HBr dengan orientasi anti markovnikov berdasarkan materi yang anda tulis , jadi untuk soal yang anda berikan yaitu propena direaksikan dengan HBr yang dibantu dengan kehadiran hidrogen peroksida , untuk produk mayor nya maka Halogen dalam hal ini Br- akan masuk atau berikatan dengan atom C yang berikan lebih banyak dengan atom H dan atom H akan berikatan dengan atom C yang berikatan lebih sedikit dengan atom H , sehingga didapatkan produk utama yaitu 1-Bromo Propana . Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar yg telah saya upload ini : http://prntscr.com/iginlf , semoga membantu .
BalasHapus