Analisis Kondisi dan Produk Reaksi-Reaksi Senyawa Organometalik
Analisis Kondisi dan Produk Reaksi-Reaksi
Senyawa Organometalik
REAKSI-REAKSI SENYAWA
ORGANOLOGAM
1. Reaksi
Logam langsung ; sintesis yang paling awal oleh ahli kimia Inggris,
Frankland dalam tahun 1845 adalah interaksi antara Zn dan suatu alkil Halida.
Adapun yang lebih berguna adalah penemuan ahli kimia Perancis, Grignard yang
dikenal sebagai pereaksi Grignard. Contohnya interaksi Magnesium dan alkil atau
aril Halida dalam eter:
Mg + CH3I → CH3MgI
Interaksi langsung alkil atau aril Halida juga terjadi
dengan Li, Na, K, Ca, Zn dan Cd.
2. Penggunaan
zat pengalkilasi. Senyawa ini dimanfaatkan untuk
membuat senyawa organologam lainnya. Kebanyakan Halida nonlogam dan logam atau
turunan Halida dapat dialkilasi dalam eter atau pelarut hidrokarbon, misalnya :
PCl3 + 3C6H5MgCl → P(C6H5)3 +
3MgCl2
VOCl3 + 3(CH3)3SiCH2MgCl
→
VO(CH2SiMe3)3 + 3MgCl2
3. Interaksi
Hidrida Logam atau nonlogam dengan alkena atau alkuna.
4. Reaksi
Oksidatif adisi. Reaksi yang dikenal sebagai
reaksi Oksa dimana Alkil atau Aril Halida ditambahkan pada senyawa logam
transisi Koordinasi tidak jenuh menghasilkan ikatan logam Karbon. Contohnya:
RhCl(PPh3)3 + CH3I
→
RhClI(CH3)(PPh3)2 + PPh3
5. Reaksi
Insersi yaitu reaksi yang menghasilkan ikatan-ikatan dengan
Karbon, sebagai contoh:
SbCl5 + 2HC CH→Cl3Sb(CH=CHCl)2
Reaksi Grignard ditemukan oleh kimiawan Perancis
Auguste Victor Grignard (1871-1935) di tahun 1901. Tahap awal reaksi adalah
reaksi pembentukan metil magnesium iodida, reagen Grignard, dari reaksi antara
alkil halida (metil iodida dalam contoh di bawah ini) dan magnesium dalam
dietil eter kering.
CH3I + Mg –> CH3MgI
Anda pasti melihat bahwa magnisium terikat langsung
dengan karbon. Senyawa semacam ini yang sering disebut sebagai reagen Grignard
dengan ikatan C-logam dimasukkan dalam golongan senyawa organologam. Ikatan
C-logam sangat labil dan mudah menghasilkan karbanion seperti CH3-
setelah putusnya ikatan logam-karbon. Ion karbanion cenderung menyerang atom
karbon bermuatan positif. Telah dikenal luas bahwa atom karbon gugus aldehida
atau gugus keton bermuatan positif karena berikatan dengan atom oksigen yang
elektronegatif. Atom karbon ini akan diserang oleh karbanion menghasilkan
adduct yang akan menghasilkan alkohol sekunder dari aldehida atau alkohol
tersier dari keton setelah hidrolisis.
C6H5CHO + CH3MgI
–> C6H5CH(CH3)OMgI
Reaksi Grignard adalah
contoh reaksi senyawa organologam. Karena berbagai jenis aldehida dan keton
mudah didapat, berbagai senyawa organik dapat disintesis dengan bantuan reaksi
Grignard.
Carbonyl Insertion (Alkyl Migration)
Reaksi penyisipan karbonil pada dasarnya sama seperti penyisipan biasanya (1,1
insertion dan 1,2 insertion), tetapi yang membedakan
disini adalah yang masuk diantara logam dan ligan adalah molekul karbonil (CO).
Mekanisme reaksi dari penyisipan karbonil diusulkan ada tiga, yaitu penyisipan
secara langsung, migrasi karbonil, dan migrasi alkil. Dari ketiga usulan
mekanisme reaksi ini, dilakukan pengujian melalui eksperimental. Hasilnya
mekanisme penyisipan karbonil yang diterima atau sesuai hasil pengujian adalah
migrasi alkil. Jadi alkil bermigrasi dan terikat pada karbonil, tempat yang
ditinggalkan alkil tadi ditempati karbonil dari luar. Contoh dari penyisipan
karbonil diberikan pada siklus reaksi dibawah ini (dalam kotak) :
Dari kedua
gambar diatas, dapat dijelaskan bahwa reaksi penyisipan karbonil seperti
dijelaskan pada pengantar singkat reaksi penyisipan karbonil diatas, mekanisme
reaksinya adalah migrasi alkil. Pada gambar diatas ditunjukkan bahwa CH2CH2R
bermigrasi ke CO, tempat kosong pada logam yang ditinggalkan alkil tersebut
selanjutnya diisi oleh CO dari luar.
Permasalahan :
1. Apakah pada reaksi senyawa
organologam yang digunakan yaitu reaksi Grignard saja, atau ada reaksi lainnya
? jelaskan secara singkat!
2. Bagaimanakah contoh proses reaksi senyawa
organometalik lainnya misalnya pada Senyawa Organo-Natrium dan Kalium?
3. Jelaskan sifat yang umum dari senyawa organologam !
4. Sebutkan
contoh dari interaksi Hidrida Logam atau nonlogam dengan alkena atau alkuna!
5. Tuliskan aturan
dari senyawa kompleks organologam!
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 5, yaitu:
BalasHapusTuliskan aturan dari senyawa kompleks organologam!
Senyawa kompleks organologam juga mempunyai suatu aturan dalam menghitung jumlah elektron sama seperti aturan oktet (aturan 8 elektron) pada kimia golongan utama. Aturannya adalah Aturan 18 Elektron. Aturan 18 elektron adalah aturan yang menghitung jumlah elektron valensi pada logam pusat yang berjumlah 18 elektron. Sama seperti halnya aturan oktet, aturan 18 elektron ini juga mempunyai banyak pengecualian. Namun, aturan ini masih dapat dijadikan pedoman untuk kompleks kimia organologam terutama ligan yang mengandung akseptor-π yang kuat
baiklah saya akan menjawab pertanyaan no 3 yaitu Jelaskan sifat yang umum dari senyawa organologam !
BalasHapusjawabanyaan adalah Sifat senyawa organologam yang umum ialah atom karbon yang lebih elektronegatif daripada kebanyakan logamnya. Senyawa komplek logam (biasanya logam-logam transisi) merupakan senyawa yang memiliki satu atau lebih ikatan logam-karbon. Senyawa organologam terdiri dari atom pusat dan ligan .
Terimakasih imel , saya akan mencoba menyelesaikan permasalahan anda no 2 :
BalasHapusYaitu tentang Senyawa Organo-Natrium dan Kalium :
Semua senyawa ini benar-benar ionik dan tidak larut sampai batas apa pun dalam hidrokarbon karena sangat reaktif, peka terhadap udara, dan terhidrolisis kuat dalam air.
Yang terpenting adalah senyawa natrium dari hidrokarbon asam seperti siklopentadiena, idena, asitilena, dan sejenisnya. Ini diperoleh dari interaksi dengan logam natrium atau natrium yang dihamburkan dalam tetrahidrofuran atau dimetilformamida.
2CH5H6 + 2Na → 2C5H5-Na+ + H2
RC≡CH + Na → RC≡C-Na+ + ½ H2
Saya akan membantu menjawab permasalahan no 4
BalasHapusInteraksi hidrida logam atau nonlogam dengan alkena atau alkuna
1/2 B2H6 + 3 C=C → B-(C=C)3